Tugas Linguistik Umum

1. Buatlah sebuah blog yang diisi dengan materi linguistik umum! (sesuai kelompok)
Jawab:
Blog : http://sintaksi.wordpress.com
LINGUISTIK UMUM KELOMPOK 3 SINTAKSIS
Arif Sunarya A1B109235
Birhansyah A1B109247
Leily Ramadhana A1B09244
Yudi Pramana Putra A1B109220
Rahmaniah A1B112202
Mia Audina Putri AB112230
Erni Jamiah A1B112218
Endang Priliasari A1B112211
Hawari Nun Lazuardi A1B110229

2. Jelaskan hakikat bahasa dengan disertai pembuktian pada masing-masing cirinya!
Jawab :
Hakikat Bahasa di antaranya:
Bahasa sebagai Simbol
Simbol atau lambang adalah sesuatu yang dapat melambangkan dan mewakili ide, perasaan, pikiran, benda, dan tindakan secara arbitrer, konversional, dan representatif-interpretatif. tidak ada hubungan langsung dan alamiah antara yang menyimbolkan dengan yang disimbolkan, untuk itu baik yang batiniah (inner) seperti perasaan, pikiran, ide, maupun yang lahiriah (outer) seperti benda dan tindakan dapat dilambangkan atau diwakili simbol.
Bahasa adalah kombinasi kata yang diatur secara sistematis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi. Kata adalah bagian dari simbol yang hidup dan digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu. Kata bersifat simbolis karena tidak memiliki hubungan langsung atau hubungan instrinsik dengan kenyataan yang diacunya, tetapi hanya bersifat arbitrer dan konversional.
Sebuah wacana secara secara totalitas dapat juga berupa simbol. Dalam masyarakat batak dikenal wacana berupa ragam bahasa rataan (wailing language). Bahasa ratapan adalah syair yang diucapkan oleh seseorang ketika dia menangisi orang yang meninggal. Bahasa ratapan melambangkan dan mewakili perasaan si peratap. Bahasa ratapan itu sebagai simbol secara totalitas, tetapi wacana bahasa ratapan itu juga terdiri dari simbol- simbol yang lebih kecil seperti kata, frase, dan kalimat.

Bahasa Sebagai Bunyi Ujaran
Bunyi ujaran merupakan sifat kesemestaan atau keuniversalan bahasa. Tak satupun bahasa di dunia ini yang tidak terjadi dari bunyi . Bahasa sebagai ujaran, mengimplikasikan bahwa media komunikasi yang paling penting adalah bunyi ujaran. Jika kita mempelajarai suatu bahasa kita harus belajar menghasilkan bunyi- bunyi suara.
Pada hakikatnya, bunyi (Kridalaksana, 1983:27) adalah kesan pada pusat syaraf sehingga akibat getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan- perubahan dalam tekanan udara. Bunyi ujaran (speech sound) adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap dan diamati dalam fonetik sebagai fon atau dalam fonologi sebagai fonem.
Bahasa Bersifat Arbitrer
Secara leksis, kita dapat melihat kearbitreran bahasa. Kata anjing digunakan dalam bahasa Indonesi, Biang dalam bahasa Batak, Dog dalam bahasa Inggris. hal ini memiliki kata yang berbeda untuk menyatakan konsep yang sama. Kearbitreran bahasa di dunia ini menyebabkan adanya kedinamisan bahasa.
Bahasa bersifat Konvensional
Konvensional dapat diartikan sebagai satu pandangan atau anggapan bahwa kata- kata sebagai penanda tidak memiliki hubungan instrinsik atau inhern dengan objek, tetapi berdasarkan kebiasaan, kesepakatan atau persetujuan masyarakat yang didahului pembentukan secara arbitrer. Tahapan awal adalah manasuka/ arbitrer, hasilnya disepakati/ dikonvensikan, sehingga menjadi konsep yang terbagi bersama (socially shared concept).
Setiap kita berbicara, kita terlibat dalam konvensi. Jika seseorang melihat kata kursi atau mendengar bunyi kursii , secara langsung dapat mengetahui bahwa kata itu merujuk pada sesuatu yang lain. Kita tahu bahwa tidak ada hubungan yang inhern antara kata kursi dengan benda kursi. Kata itu merujuk pada benda karena ada konvensi penamaan atau penyebutan benda tertentu dengan suatu nama tertentu.
Konvensi/ kesepakatan akan menentukan apakah kata yang dibentuk secara arbitrer dapat terus berlangsung dalam pemakaian bahasa atau tidak. Suatu bahasa tidak dapat dipaksakan agar dipakai pada suatu kelompok masyarakat bahasa. Kelangsungan hidup suatu bahasa ditentukan oleh kemauan, kebiasaan, atau kesepakatan masyarakat.

Bahasa Sebagai Sistem
Setiap bahasa memiliki sistem, aturan, pola, kaidah sehingga memiliki kekuatan atau alasan ilmiah untuk dipelajari dan diverifikasi. Pada hakikatnya, setiap bahasa memiliki dua jenis sistem yaitu sistem bunyi dan sistem arti. Sistem bunyi mencakup bentuk bahasa dari tataran terendah sampai tertinggi (fonem, morfem, baik morfem bebas maupun morfem terikat, frase, paragraf, dan wacana). Sistem bunyi suatu bahasa tidak secara acak- acakan, tetapi mempunyai kaidah- kaidah yang dapat diterangkan secara sistematis. Sistem arti suatu bahasa merupakan isi atau pengertian yang tersirat atau terdapat dalam sistem bunyi.
Sistem bunyi dan sistem arti memang tidak dapat dipisahkan karena yang pertama merupakan dasar yang kedua dan yang kedua merupakan wujud yang pertama.

Bahasa Bermakna
Makna adalah arti, maksud atau pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan untuk menghubungkan bentuk kebahasaan tersebut dengan alam di luar bahasa atau semua hal yang ditunjuknya. Macam- macam makna:
Makna Leksis
Makna unsur- unsur bahasa terlepas dari penggunaannya atau konteksnya. Makna leksis sering disebut makna sebagaimana yang ada di dalam kamus atau makna sebenarnya. Misalnya kata laki- laki mempunyai makna pria atau manusia yang berjenis kelamin jantan.
Makna Kiasan
Makna unsur- unsur bahasa yang didasarkan pada perasaan atau pikiran yang berada di luar makna sebenarnya. Misalnya Buah bibir memiliki makna menjadi pembicaraan orang.
Makna Kontekstual
Makna unsur bahasa yang didasarkan pada hubungan antara ujaran dengan situasi ketika ujaran itu dipergunakan. Misalnya kata bagus dapat berarti jelek ketika seorang ayah mengejek anaknya yang malas belajar, kalimat yang digunakan patutlah nilaimu sangat bagus.
Makna gramatis
Makna yang diperoleh berdasarkan hubungan antara unsur- unsur bahasa dalam satuan- satuan yang lebih besar. Misalnya pada kata dia mencintai ibunya, bermakna sebutan atau perbuatan aktif.
Bahasa Bersifat Produktif
Hal ini diartikan sebagai kemampuan unsur bahasa untuk menghasilkan terus- menerus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur- unsur baru. Prefik /meN-/ dan /di-/, misalnya dapat melekat pada setiap kata kerja dan fungsinya masing- masing membentuk kata kerja aktif dan kata kerja pasif dalam bahasa Indonesia.

Bahasa Bersifat Universal
Bahasa merupakan sesuatu yang berlaku umum dan dimiliki setiap orang. Pada sifat internal bahasa, universal adalah kategori linguistikyang berlaku umum untuk semua bahasa.
Bahasa Bersifat Unik
Hal ini terlihat dari studi bahasa adalah kategori bahasa yang tersendiri bentuk dan jenisnya dari bahasa lain. Setiap bahasa ada perbedaan dengan bahasa lain meskipun termasuk dalam bahasa serumpun.
Bahasa Sebagai Komunikasi
Menjadi penyampai pesan dari penyapa kepada pesapa (penerima). Komunikasi harus bermakna atau berarti baik bagi penyapa atau pesapa. Komunikasi dapat bermakna jika sistem tanda yang digunakan sebagai alat komunikasi dapat informatif. (Hakikat Bahasa_Drs. Robert Sibarani, M.S)

3. Jelaskan perbedaan dan bagaimana keterkaitan dikatomi untuk istilah!
Jawab:
Langue & Parole
Langue adalah bahasa sebagai objek sosial yang murni, dan dengan demikian keberadaannya terletak di luar individu, yakni sebagai seperangkat konvensi-konvensi sistemik yang berperan penting di dalam komunikasi. Langue adalah bagian sosial dari langage, berada di luar individu, yang secara mandiri tidak mungkin menciptakan maupun mengubahnya. Langue hanya hadir sebagai sebuah kontrak di masa lalu di antara para anggota masyarakat. disamping sebagai institusi sosial, langue juga berfungsi sebagai sistem nilai. Bagi Saussure, langue adalah suatu sistem tanda yang mengungkapkan gagasan. untuk menjelaskan langue sebagai suatu sistem, ia mengemukakan suatu perbandingan bahasa sebagai langue dapat dikomparasikan dengan main catur.
Kebalikan dengan langue, parole merupakan bagian dari bahasa yang sepenuhnya individual. parole dapat dipandang, pertama, sabagai kombinasi yang memungkinkan penutur mampu menggunakan kode bahasa untuk mengungkapkan pikiran pribadinya. Di samping itu, kedua, parole pun dapat dipandang sebagai mekanisme psiko-fisik yang memungkinkan penutur penampilkan kombinasi tersebut. Aspek kombinatif ini mengimplikasikan bahwa parole tersusun dari tanda-tanda yang identik dan senantiasa berulang. karena adanya keberulangan inilah maka setiap tanda bisa menjadi elemen dari langue. Secara singkat dapat dikatakan bahwa parole merupakan penggunaan aktual bahasa sebagai tindakan individu-individu.
Dalam pengertian umum, langue adalah abstraksi dan artikulasi bahasa pada tingkat sosial budaya, sedangkan parole merupakan ekspresi bahasa pada tingkat individu dan setara dengan kalam. dengan demikian dapat dibedakan antara langue (yang histroris) dengan parole (yang a-historis).

Kompetensi & Performansi
Kompetensi adalah pengetahuan penutur-pendengar mengenai bahasa mereka. Sedangkan Performansi adalah aktualisasi bahasa.

Struktur dalam & Struktur luar
Struktur luar adalah susunan kalimat atau himpunan kalimat suatu teks atau bagian teks yang akan dibaca atau didengar. Pendek kata, struktur luar sama dengan struktur yang tersurat sebagaimana yang tersaji dalam kondisi siap-pakai, siap-baca. Sedangkan struktur dalam dapat disebut sebagai struktur tersirat.
Struktur dalam belum mengalami proses lebih lanjut dalam perumusannya. Untuk mudahnya, dapat dikatakan bahwa struktur dalam berhubungan dengan isi. Sebagai sebuah istilah, transformasi dalam teori teks ialah perubahan struktur dalam menjadi struktur luar. Jadi, dari bentuk tersirat menjadi bentuk tersurat. Melalui transformasi, struktur dalam menjelma menjadi struktur luar. Tahap transformasi ini menjadi bagian utama dalam teori teks. Dalam teori teks, parafrase dipergunakan untuk mengembalikan struktur dalam, mengembalikan struktur “bergaya” menjadi struktur yang sederhana. Parafrase membuka jalan untuk mengetahui deviasi dan foregrounding yang terdapat pada struktur luar. Apa yang tersirat dalam struktur luar tidak senantiasa dapat diterangkan melalui parafrase saja. Penjelasan lebih lanjut masih diperlukan mengenai konteks dan situasi serta kondisinya, yakni hal-hal yang ada sangkut-pautnya dengan struktur luar dan struktur dalam tersebut. Oleh karena itu, interpretasi diperlukan. Hal ini disebabkan bahwa interpretasi merupakan penjelasan struktur dalam berdasarkan atau memperhatikan konteksnya.
Sebagaimana kita ketahui, bahasa memiliki struktur ganda yang dinamakan struktur dalam atau struktur batin (deep structure) dan struktur luar atau disebut juga struktur lahir (surface structure). Dalam banyak hal kedua struktur ini memang menyatu sehingga tidak tampak adanya perbedaan. Terkadang antara struktur luar dan struktur dalam adalah sama namun dalam banyak hal yang lain ada satu struktur luar yang sebenarnya memiliki dua struktur lahir yang berbeda.
Dapatlah disimpulkan pengertian mengenai struktur batin versus struktur lahir: (a) satu kalimat dapat memiliki struktur dalam dan struktur luar yang sama, (b) satu kalimat dapat memiliki dua struktur dalam yang berbeda, (c) dua kalimat yang tampak memiliki struktur luar yang sama ternyata dapat memiliki dua struktur dalam yang berbeda, (d) dua kalimat yang memiliki dua struktur luar yang berbeda ternyata dapat memilki satu struktur batin yang sama. HYPERLINK “file:///C:\\Users\\user\\Documents\\struktur-luar-pengertian-struktur-luar.html” \l “sdfootnote5sym” 5 Inilah pula yang membedakan bahasa manusia dengan bahasa binatang.

4. Coba jelaskan Linguistik dan Sub-disiplinya dalam 1000 kata!
Jawab :
LINGUISTIK DAN SUBDISIPLINNYA
Subdisiplin Linguistik
Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Mengingat bahwa objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka cabang linguistik menjadi sangat banyak. Misalnya, ilmu kimia dibagi atas kimia organic dan anorganik ; psikologi sosial dibagi atas, antara lain, psikologi klinik dan psikologi sosial dan sebagainya.Pembagian atau pencabangan itu diadakan tentunya karena objek  yang menjadi kajian disiplinilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu.
Demikian pula dengan linguistik. Mengingat bahwa objek linguistik yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak.

Linguistik Dilihat dari Segi Pembidangnya
Linguistik Umum
Linguistik umum merumuskan bahasa manusia yang bersifat alamiah dengan memberikan gambaran secara umum tentang bahasa sehingga menghasilkan teori bahasa secara umum.
Linguistik Terapan
Ilmu yang berusaha menerapkan hasil penelitian dalam bidang linguistik untuk keperluan praktis, juga dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan bahasa.Linguistik terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa atau hubungan bahasa dengan faktor-faktor di luar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah praktis yang terdapat di dalam masyarakat.Misalnya, penyelidikan linguistik untuk kepentingan pengajaran bahasa, penyusunan buku ajar, penerjemahan buku, penyusunan kamus, pembinaan bahasa nasional, penelitian sejarah, pemahaman terhadap karya sastra, dan juga penyelesaian masalah politik.
Linguistik Teoritis
Ilmu yang lebih mengutamakan penelitian bahasa dari segi internal.Tidak melihat bahasa sebagai alat seperti linguistik tarapan, melainkan sebagai bahasa itu sendiri.Linguistik teoritis berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa-bahasa, atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktor-faktor yang berada di luar bahasa hanya menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu. Jadi, kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka.
Linguistik Dilihat dari Segi Telaahnya
Linguistik Mikro
Linguistik mikro memiliki sifat yang lebih sempit. Linguitik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Misalnya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.Ada juga yang menggabungkan morfologi dan sintaksis menjadi mofosintaksis dan menggabungkan semantik dengan leksikologi menjadi leksikosemantik.Fonologi menyelidiki cirri-ciri bunyi  bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya , serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan yang lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satu ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksial, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosa kata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.
Linguistik Makro
Linguistik makro memiliki sifat yang lebih luas dari pada linguistik mikro.Kajiannya mengacu pada struktur eksternal bahasa.Bahasa digunakan untuk melihat bahasa dengan sudut pandang dari luar atau faktor-faktor dari luar kebahasaan, lebih banyak membahas faktor luar bahasanya itu daripada struktur internal bahasa. Karena banyaknya msalah yang terdapat di luar bahasa, maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. Linguistik makro menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor di luar bahasa.Misalnya, sosiolinguistik, psikolinguistik, dan neorolinguistik.Semua subdisiplinnya itu bisa bersifat teoritis maupun bersifat terapan.

Linguistik Dilihat dari Pendekatan Objeknya
Linguistik deskriptif
Mengambarkan atau melukiskan bahasa apa adanya. Bahasa yang menjadi perhatian adalah bahasa sekarang, bahasa yang digunakan ketika penelitian. Misalnya Bahasa Banjar, Bahasa Jawa, dll.
Linguistik Historis Komperatif
Linguistik historis komperatif membandingkn dua bahasa atau lebih pada priode waktu yang berbeda. Linguistik historis kompertif digunakan untuk menemukan titk persamaan dan perbedaan sehingga dapat menentukan kekerabatan bahasa. Misalnya penelitian terhadap bahasa Gorontalo, Antinggola, dan Suwawa pada tahun 1950 dan 1980.
Linguistik Kontrastif
Linguistik kontrastif membandingkan bahasa-bahasa pada periode tertentu. Umumnya linguistik ini digunakan untuk menemukan persamaan dan perbedaan bahasa, baik pada tingkat fonologi ( menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan), morfologi (menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya serta cara pembentukannya), maupun sintaksis (Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan yang lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran). Misalnya penelitian terhadap bahasa Jawa, Madura, dan Sunda pada zaman kerajan Majapahit
Linguistik Sinkronis
Linguistik sinkronis menyelidiki pada waktu tertentu. Dapat dikatakan lingistik sinkronis tidak membandingkan bahasa dengan bahasa lain dan juga tidak membandingkan periode waktunya dengan periode waktu yang lain. Linguistik sinkronis memiliki sifat horizontal, mendatar. Contohnya penelitian bahasa Banjar pada zaman Belanda. Linguistik sinkronis ini biasa disebut juga linguistic deskriptif, karena berupaya mendeskripsikan bahasa secara apa adanya pada suatu masa tertentu.
Linguistik Diakronis
Linguistik diakronis menyelidiki perkembangan bahasa dari masa ke masa. Sifatnya vertikal. Misalnya penelitian bahasa Banjar sejak mula adanya sampai sekarang. Tujuan linguistik diakronis ini terutama adalah untuk mengetahui sejarah structural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya.

Linguistik Dilihat dari Tautannya dengan Ilmu Lainnya
Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. Sosiolinguistik dapat digunakan untuk perencanaan bahasa maupun untuk penyelesaian konflik bahasa di daerah-daerah tertentu. Dalam sosiolinguistik ini, antara lain, dibicarakkan pemakai dan pemakaian bahasa, tempat pemakaian bahasa, tata tingkat bahasa, berbagai akibat adanya kontak dua buah bahasa atau lebih. Sosiolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara sosiologi dan linguistik.
Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia, termasuk bagaimana kemampuan berbahasa itu dapat diperoleh. Psikolinguistik menganalisis proses pemahaman, perkembangan pemerolehan, dan perubahan bahasa akibat latarbelakang psikis.Jadi, psikolinguistik ini merupakan ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik.
Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia.Bisa juga dikatakan penggunaan cara-cara linguistik dalam penyelidikan antropologi budaya. Antropolinguistik ini merupakan interdisipliner antara antropologi dan linguistik.
5. Linguistik Dilihat dari Segi Penerapannya
a. Dialektologi
Dialektologi mempelajari serta membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang serumpun  untuk mencari persamaan dan perbedaannya.Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistic dan geografi.
b.Leksikologi
Leksikologi adalah ilmu yang berkaitan dengan kosa kata.Di gunakan untuk mempelajari munculnya kata pada suatu bahasa perubahan makna akibat perubahan daerah dan masa pemakaian, serta pemakaian kata-kata dalam kehidupan sehari-hari.
c.Leksikostatistik
Ilmu yang mempelajari umur kata sejak mula adanya dengan menggunakan rumus-rumus statistik. Leksikostatistik dapat damanfaatkan untuk menentukan bahasa induk atau bahasa proto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s